Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) atau yang lebih dikenal dengan istilah narkoba adalah suatu masalah serius yang dihadapi oleh banyak negara di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO), napza atau narkoba memiliki definisi yang mengacu pada zat-zat yang memiliki potensi adiktif dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental.
WHO mendefinisikan napza sebagai zat-zat yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengubah persepsi, suasana hati, perilaku, dan kesadaran seseorang. Napza terdiri dari tiga kelompok utama, yaitu:
1. Narkotika: Merujuk pada zat-zat alami atau sintetik yang memiliki efek analgesik (penghilang rasa sakit), efek euforik (perasaan senang), dan potensi ketergantungan yang tinggi. Contoh narkotika meliputi opiat, seperti heroin dan morfin, serta kokain dan ganja.
2. Psikotropika: Merupakan zat-zat kimia yang mempengaruhi fungsi otak dan sistem saraf pusat, mengubah persepsi, suasana hati, dan kesadaran. Contoh psikotropika termasuk amfetamin, ekstasi (MDMA), LSD, dan obat-obatan penenang seperti benzodiazepin.
3. Zat Adiktif: Merupakan zat-zat yang dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Contoh zat adiktif termasuk alkohol, tembakau, dan obat-obatan resep yang dapat menimbulkan kecanduan, seperti opioid dan benzodiazepin.
Definisi napza oleh WHO mencakup aspek adiktif dan dampak negatifnya terhadap kesehatan. Penggunaan napza yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan organ tubuh, gangguan kejiwaan, gangguan fungsi kognitif, gangguan hubungan sosial, serta risiko kecelakaan dan overdosis yang berpotensi fatal.
napza juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang merugikan. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan kerugian produktivitas, pecahnya keluarga, meningkatnya tingkat kejahatan, dan kerusakan pada komunitas secara keseluruhan.
Upaya pencegahan dan penanggulangan napza menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia. Melalui pendidikan, informasi, dan kesadaran yang lebih baik tentang bahaya napza, diharapkan dapat mengurangi jumlah pengguna narkoba, memberikan perawatan dan rehabilitasi bagi pecandu, serta menghancurkan jaringan peredaran narkoba.
WHO juga mendorong kerjasama antarnegara dan lembaga internasional dalam upaya pencegahan dan penanggulangan napza. Penegakan hukum yang tegas terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, serta dukungan bagi program rehabilitasi dan pemulihan bagi pecandu, merupakan langkah-langkah penting dalam mengatasi masalah napza secara komprehensif.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang definisi napza menurut WHO, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan masalah narkoba. Edukasi, dukungan sosial, dan pemberian sanksi hukum yang tegas terhadap peredaran dan penyalahgunaan napza menjadi kunci dalam upaya memerangi masalah serius ini.
Sabtu, 26 Agustus 2023
Nanti Masuk Surga Trima Upahnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (213)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (536)