Dalam kimia, istilah ‘ionisasi’ atau ‘disosiasi’ mengacu pada proses pemisahan zat menjadi ion-ionnya di dalam larutan. Ketika zat terionisasi atau terdisosiasi, ia melepaskan ion-ion positif dan negatif yang dapat bergerak bebas di dalam larutan. Namun, tidak semua zat dapat mengalami proses ini. Ada zat yang disebut ‘non-elektrolit’ yang memiliki nilai derajat ionisasi atau disosiasi yang sangat rendah atau bahkan sama sekali tidak mengalami ionisasi.
Non-elektrolit adalah zat yang tidak menghantarkan arus listrik dalam larutan. Ini karena ketika zat non-elektrolit larut dalam air atau pelarut lainnya, ia tidak terdisosiasi menjadi ion-ion. Sebaliknya, molekul-molekul zat non-elektrolit tetap utuh dan tidak terpisah menjadi partikel bermuatan. Oleh karena itu, nilai derajat ionisasi atau disosiasi untuk non-elektrolit adalah nol atau sangat mendekati nol.
Contoh umum zat non-elektrolit termasuk senyawa kovalen polar dan senyawa organik seperti gula, alkohol, dan minyak. Ketika senyawa-senyawa ini larut dalam air, molekul-molekulnya saling berinteraksi melalui gaya antarmolekul, tetapi tidak ada pembentukan ion-ion yang terjadi. Sebagai hasilnya, tidak ada konduktivitas listrik yang terjadi dalam larutan tersebut.
Perbedaan antara elektrolit dan non-elektrolit terletak pada ikatan kimia yang terbentuk dalam zat. Elektrolit, seperti senyawa ionik atau asam, memiliki ikatan yang lebih kuat dan mudah terionisasi dalam larutan. Molekul-molekul elektrolit dapat terpisah menjadi ion-ion karena ikatan yang lebih lemah antara atom atau gugus fungsional. Ini memungkinkan ion-ion untuk bergerak bebas di dalam larutan dan menyebabkan konduktivitas listrik.
Sementara itu, non-elektrolit memiliki ikatan yang lebih kuat antara atom atau molekulnya. Ikatan ini tidak mudah pecah dan tidak memungkinkan terjadinya pembentukan ion-ion. Oleh karena itu, larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Meskipun non-elektrolit tidak mengalami ionisasi atau disosiasi, mereka tetap memiliki kegunaan penting dalam berbagai bidang. Senyawa non-elektrolit seperti gula dan alkohol digunakan dalam industri makanan dan minuman, sedangkan minyak non-elektrolit banyak digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi.
Dalam rangka memahami sifat-sifat kimia dan perilaku zat-zat dalam larutan, pengetahuan tentang elektrolit dan non-elektrolit sangat penting. Ini memungkinkan kita untuk memahami mengapa beberapa zat dapat menghantarkan arus listrik sementara yang lain tidak dapat melakukannya. Dalam konteks ini, nilai derajat ionisasi atau disosiasi yang rendah atau nol untuk non-elektrolit menjadi relevan sebagai indikator sifat non-konduktifnya dalam larutan.
Sabtu, 30 September 2023
Nike Ardilla Kau Bukan Milikku Lagi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (213)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (536)